TNI AL Ancam Tenggelamkan Kapal-kapal Asing Ilegal di Papua

Kompas.com - 05/10/2009, 11:38 WIB

JAYAPURA, KOMPAS.com — Pelaku penangkapan ikan secara ilegal di wilayah perairan Papua harus mulai was-was dalam melakukan kejahatannya. Komandan Pangkalan X TNI AL Jayapura Laksamana Pertama Uus Kustiwa mengancam akan menenggelamkan kapal-kapal asing yang melakukan penangkapan ilegal di perairan Papua.

"Personel atau awak yang berada di dalam kapal (asing pelaku illegal fishing), kami pindahkan dulu. Baru kemudian kapalnya kami tenggelamkan. Kami siap melakukannya untuk membebaskan perairan kita dari aktivitas illegal fishing," ujar Uus, Senin (5/10), seusai upacara peringatan HUT ke-64 TNI di Lapangan Papua Trade Centre Entrop Jayapura.

Ia mengatakan, personel atau awak kapal beserta kapten kapal diserahkan ke imigrasi dan pengadilan untuk diproses secara hukum. Ia menuturkan, langkah ini dipastikan akan dilakukan di wilayah perairan Papua.

Di wilayah Papua, perairan Raja Ampat, Biak, dan Arafuru dideteksi merupakan daerah rawan illegal fishing. Para pelaku biasanya berasal dari Thailand dan China.

Keberanian TNI AL untuk menenggelamkan kapal ini didasarkan dari revisi UU No 31/2004 tentang Perikanan yang direvisi pada sidang paripurna DPR pada 30 September kemarin. Aparat diberi kewenangan untuk menenggelamkan kapal asing yang terbukti kuat melakukan pelanggaran perikanan, termasuk illegal fishing.

Uus menuturkan, saat ini di perairan wilayah Lantamal X kini diperkuat KRI Hiu yang beroperasi di laut utara Papua. Mereka didukung Pangkalan TNI AL Sorong. Untuk wilayah selatan, terutama Laut Arafuru, sejak beberapa waktu ini menjadi wilayah Pangkalan Utama XI TNI AL di Merauke.

Ditambahkan Uus, Lantamal X Jayapura kini menunggu penambahan alat utama sistem persenjataan KRI Frans Kaisiepo yang berasal dari Belanda. KRI Frans Kaisiepo akan ditempatkan di Biak. "Kami masih menunggu kedatangannya," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau